Kalkulator Kesuburan dan Masa Ovulasi

Sedang Program Hamil, Kapan Perlu Kalender Masa Subur? (Maksym Povozniuk/Shutterstock)

Salah satu tanda bahwa seorang wanita sudah dewasa secara fisik adalah mengalami menstruasi. Bagi anak-anak, mungkin mengalami menstruasi hanya menjadi siklus bulanan saja yang tidak perlu dihitung atau diperhatikan. Tetapi bagi wanita dewasa, penting sekali untuk menghitung siklus bulanan.

Ada beberapa fungsi dari menghitung siklus datang bulan. Pertama, Anda bisa tahu kapan Anda akan mengalami datang bulan lagi. Tentunya, Anda bisa menyiapkan beberapa hal seperti obat atau makanan yang bergizi agar rasa nyeri yang dialami tidak terlalu parah.

Tetapi, fungsi utama dari menghitung siklus datang bulan adalah tahu kapan masa subur Anda sendiri. Apa itu masa subur? Masa subur adalah waktu dimana proses pembuahan antara sel telur dan sperma bisa berlangsung dengan lebih efektif. Anda akan lebih mudah untuk hamil jika sel telur dibuahi ketika masa subur berlangsung.

Cara untuk menghitung kalkulator kesuburan ada dua, yakni:

  • Dengan Siklus Terpendek

Langkah pertama adalah dengan siklus terpendek. Perlu diingat bahwa jika menghitung dengan siklus terpendek, maka angka pengurangnya adalah 18. Misalnya, siklus terpendek datang bulan Anda selama 3 bulan terakhir adalah 27 hari. Maka, Anda perlu mengurangkan 27 dengan 18. Hasilnya adalah 9.

Dari hasil pengurangan ini, bisa disimpulkan bahwa tanggal 9 merupakan hari pertama masa subur Anda terjadi. Sementara untuk masa ovulasi atau puncak masa suburnya diprediksi berlangsung selama tanggal 11 sampai 13.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan kehamilan, maka sel telur harus dibuahi pada masa ini. Tetapi bila Anda ingin menunda kehamilan, maka gunakan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. 

  • Dengan Siklus Terpanjang

Sementara untuk siklus terpanjang, angka pengurangnya adalah 11. Jadi, misalnya siklus terpanjang yang Anda miliki selama 3 sampai 6 bulan terakhir adalah 30 hari. Maka, Anda perlu mengurangi angka ini dengan 11. 30 dikurang 11 hasilnya adalah 19. Berarti, 19 adalah tanggal terakhir masa subur.

Berbeda dengan siklus terpendek, Anda bisa mengetahui hari terakhir masa subur dengan siklus terpanjang. Bisa disimpulkan bahwa tanggal awal masa subur bisa dihitung menggunakan siklus terpendek, sementara siklus terpanjang digunakan untuk menghitung tanggal berakhirnya masa subur.

Diantara masa subur tersebut, ada satu masa yang disebut masa ovulasi. Ovulasi adalah proses ketika sel telur turun ke tuba falopi dan siap untuk dibuahi. Secara logika dan ilmu pengetahuan, kehamilan akan terjadi dengan lebih mudah bila sel telur dibuahi ketika masa ovulasi.

Apabila tidak dibuahi, maka sel telur yang mati ini akan luruh bersama dengan dinding rahim yang sudah menebal sebelumnya. Luruhan inilah yang akan menjadi darah kotor atau kita kenal dengan nama menstruasi.

Masa ovulasi terjadi sekitar 2 sampai 3 hari setelah hari pertama masa subur, sehingga Anda juga perlu untuk menghitung atau mengkalkulasi kapan terjadinya masa ovulasi tersebut.

Kini, ada sebuah website yang menyediakan cara instan untuk mengkalkulasi masa subur. Website tersebut adalah Klikdokter. Melalui link https://www.klikdokter.com/pages/kalender-kesuburan, Anda akan diajak untuk mengetahui masa subur dari siklus Anda sendiri. Anda juga akan tahu kapan masa ovulasi dan masa subur datang.

Website ini sangat lengkap, tidak hanya memberikan pengetahuan tentang kalender kesuburan, Anda juga bisa mendapatkan info seputar kesehatan. Bila Anda sedang ingin memprogram kehamilan, maka Anda bisa menggunakan link ini dan mencari informasi disana. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post

Fakta Vaksin Sinovac di Indonesia yang Wajib Diketahui

Warga di seluruh dunia patut berbahagia karena vaksin untuk corona sekarang sudah mulai siap diedarkan ke pasaran. Salah satu jenis vaksin yang sudah tiba di Indonesia adalah vaksin Sinovac. Vaksin